Bukan Mars, tapi Titan, satelit alami Saturnus yang mungkin bisa menjadi tempat terbaik untuk koloni manusia. Bulan terbesar Saturnus tersebut mengherankan seperti Bumi, dengan atmosfir padat yang bisa melindungi makhluk Bumi yang lemah dari radiasi.

Pencalonan Titan sebagai permukiman bukanlah hal baru, namun sebuah analisis baru menunjukkan bahwa bulan kuning tersebut memiliki sumber energi berharga yang bisa memberi kita penyelesaian atas pertanyaan yang lalu.

Menurut ilmuwan Amanda Hendrix dan Yuk Yung, Titan adalah lokasi optimal di tata surya untuk pemukiman manusia di luar bumi. Sekitar 808 juta mil jauhnya, keberlanjutan spesies manusia di Titan adalah kuncinya.

Manusia bisa membuat tenaga nuklir dengan menggunakan peluruhan radioaktif yang jumlahnya sangat banyak di sana. Para ilmuwan mengatakan tenaga surya juga bisa dijadikan alternatif, meskipun Titan hampir 10 kali lebih jauh dari matahari daripada Bumi.

Angin kencang Titan juga bisa dimanfaatkan, jika manusia belajar membangun turbin yang cukup kuat. Gelombang dahsyat yang diciptakan oleh daya tarik Saturnus dapat dijadikan untuk sumber energi.

Titan juga bisa digunakan menjadi tempat singgah untuk menuju eksplorasi yang lebih jauh lagi, Danau metana yang ada disana cukup bisa ditambang untuk bahan bakar roket.

Peneliti mengakui, bagaimanapun, bahwa ada banyak hal yang belum diketahui, termasuk geologi Titan.

Bagaimanapun Mars mungkin lebih beracun dari yang diperkirakan sebelumnya.