Apakah matahari kita secara tipikal “berbeda” dengan bintang lain yang ada di Alam Semesta ini? Pertanyaan ini menimbulkan garis kontroversial yang sampai sekarang masih berlangsung.

 

Sekarang, para astrofisikawan internasional sedang memikirkan tentang adanya kehidupan yang ada di Bumi apakah membuat matahari kita unik atau tidak, ternyata jawabannya tidak; pada kenyataannya, bintang kita memiliki sistem mekanisme yang sama dengan bintang yang lainnya.

 

Pada sebuah study, grup riset yang dipimpin oleh Antoine Strugarek, dari University of Montreal, mempublikasikan jurnal yang berisikan bahwa siklus matahari kita yang diteliti selama 11 tahun ini masih memberikan efek pasang surut antara magnetik-intensif dan periode-magnetik tetap stabil. Pada aktivitas puncaknya, matahari tertutupi oleh sunspot — sebuah pertanda bahwa medan magnet sedang mengalami gangguan/stress.

 

Apa yang kita sebut sebagai “solar maximum,” badai surya adalah tempat yang biasa, memicu banyak solar flares dan coronal mass ejection, di mana plasma dari atmosfir matahari terbang bebas ke luar angkasa. Fenomena ini seringkali disebut cuaca luar angkasa dan dapat menyebabkan efek kerusakan komunikasi dan kelebihan grid daya yang besar pada satelit yang tidak diproteksi.

 

Memahami siklus magnet matahari kita adalah pelajaran menguntungkan yang dapat memberikan pengetahuan berharap masa depan mampu menyiapkan teknologi yang lebih canggih atas potensi kerusakan yang mungkin terjadi akibat dari siklus matahari ini.

 

Menggunakan simulasi 3 dimensi dari komputer, para peneliti berhasil memodelkan dinamo internal dari matahari, yang mana merupakan proses fisik yang memakan waktu lama. Setelah berhasil disimulasikan, lokasi yang menjadi dominan 30% di bagian terdalam matahari adalah gas panas yang mengalir dan mengisi partikel, mudahnya disebut Ion.

 

Jadi, pada dasarnya matahari hanyalah matahari dan tidak spesial walaupun memiliki anak planet yang berisi kehidupan di dalamnya, tetap saja mekanisme bintang selalu sama — para peneliti sudah menemukan konklusinya — siklus mereka dipengaruhi oleh “dinamo” internal.