Masa kampanye pilpres Korsel dimulai

DKI Jakarta – Kampanye resmi dimulai di dalam Korea Selatan resmi memulai masa kampanye pada Hari Senin untuk pemilihan bulan depan guna memilih substitusi Presiden Yoon Suk Yeol yang tersebut digulingkan.
Lee Jae Myung dari partai oposisi Demokrat dipandang sebagai kandidat terkuat, demikian laporan Kyodo.
Menyusul pemecatan Yoon dari jabatannya oleh putusan Mahkamah Konstitusi bulan tak lama kemudian berhadapan dengan penerapan darurat militer pada bulan Desember, pemilihan umum pada tanggal 3 Juni diperkirakan berubah menjadi panggung pertarungan antara Lee kemudian Kim Moon Soo, kandidat dari Partai Kekuatan Rakyat konservatif yang digunakan berkuasa.
Mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya, Lee ingin meningkatkan kekuatan keunggulannya dengan mengejutkan minat "swing voter", atau pemilih yang mana masih gamang, dengan janji untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan penghidupan masyarakat, juga mengiklankan persatuan nasional.
Lee menghadapi ketidakpastian hukum setelahnya Mahkamah Agung pada tanggal 1 Mei membatalkan pembebasannya oleh pengadilan yang mana lebih tinggi rendah sehubungan dengan pernyataan yang dimaksud diduga palsu pada 2021 ketika ia berkampanye untuk pemilihan presiden tahun berikutnya, kemudian memulihkan perkara yang disebutkan ke Pengadilan Tinggi Seoul.
Namun, pengadilan besar pada pekan tak lama kemudian menunda sidang pertama tindakan hukum yang digulirkan kembali yang dimaksud hingga setelahnya pemilihan umum 3 Juni untuk memverifikasi partisipasi Lee di pemilihan presiden.
Putusan bersalah dapat memproduksi Lee kehilangan kursi parlemen lalu melarangnya mencalonkan diri pada pemilihan umum selama 10 tahun.
Sementara itu, Kim dipilih sebagai kandidat pada Hari Sabtu menyusul perselisihan selama sepekan dengan pimpinan Partai Kekuatan Rakyat mengenai pemasangan kandidat konservatif antara Kim serta mantan Utama Menteri Han Duck Soo, yang dimaksud telah dilakukan mendeklarasikan pencalonannya sebagai presiden sebagai kandidat independen awal bulan ini.
Pimpinan partai itu mengajukan mosi untuk mengganti Kim dengan Han guna mendapatkan dukungan konservatif yang mana lebih tinggi luas, tetapi para anggotanya menolak mosi tersebut, sehingga Kim terus menjadi kandidat Partai Kekuatan Rakyat. Han menawan pencalonannya pada Minggu.
Kim, yang tersebut menjabat sebagai menteri ketenagakerjaan dan juga perburuhan di pemerintahan Yoon juga menyuarakan penentangan terhadap pemakzulannya, telah lama berjanji untuk menciptakan lebih besar banyak lapangan kerja juga memulihkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, sembari menyerukan kerja identik dari partai konservatif lainnya untuk mengalahkan Lee.
Namun, kerja sebanding semacam itu tampaknya tidaklah kemungkinan besar sebab Lee Jun Seok, kandidat presiden dari Partai Reformasi Baru yang dimaksud merupakan partai minoritas juga mantan pemimpin Partai Kekuatan Rakyat, telah terjadi menjauhkan diri dari Kim.
Lee Jun Seok memainkan peran kunci di kemenangan Yoon di pemilihan presiden 2022 sebelumnya.
Menurut jajak pendapat Gallup Korea yang tersebut direalisasikan pada awal Mei untuk surat kabar JoongAng Ilbo, dukungan untuk Lee Jae Myung mencapai 47 persen, dengan Kim pada 33 persen kemudian Lee Jun Seok pada 9 persen.
Sumber: Kyodo
Artikel ini disadur dari Masa kampanye pilpres Korsel dimulai






