Utang Bengkak Lebih Rp596.880 Triliun, Amerika Akan Segera Bangkrut?

JAKARTA – Lembaga pemeringkat Moody’s telah lama membunyikan alarm melawan kebugaran fiskal Amerika Serikat (AS) mengingatkan akan adanya penurunan yang mana terus berlanjut akibat melebarnya defisit anggaran juga meningkatnya kegelisahan akan keterjangkauan utang.
Peringatan ini muncul ketika utang nasional melampaui USD36 triliun atau setara Rp596.880 triliun, dan juga defisit tahunan melebihi USD1,7 triliun sehingga mengakibatkan perasaan khawatir tentang kemampuan pemerintah untuk menjalankan kewajiban pembayaran utang.
“Kekuatan fiskal Amerika Serikat berada dalam jalur penurunan multiyears yang berkelanjutan, pasca semakin memburuk sejak Moody’s memberikan prospek negatif pada peringkat kredit AAA Amerika pada November 2023,” ungkap agensi yang dimaksud pada sebuah laporan disitir oleh Financial Times.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menganjurkan langkah-langkah untuk menstabilkan keuangan negara, termasuk menerapkan tarif yang signifikan serta mengusulkan pemotongan pajak untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Namun, Moody’s telah dilakukan memberi peringatan bahwa melanjutkan pemotongan pajak yang tersebut substansial tanpa menerapkan pengurangan pengeluaran signifikan dapat memperburuk tantangan fiskal negara.
“Kami meninjau berkurangnya prospek bahwa kekuatan-kekuatan ini akan terus mengimbangi pelebaran defisit fiskal juga menurunnya keterjangkauan utang,” demikian menurut Media Reuters dikutipkan dari Russian Today, Kamis (27/3/2025).
Partai Republik menyokong perpanjangan pemotongan pajak senilai USD4,5 triliun, yang dimaksud pada gilirannya akan membutuhkan pengurangan pengeluaran yang digunakan signifikan, sesuatu yang digunakan mungkin saja bertentangan dengan komitmen Trump untuk melindungi program-program sosial, kata agensi tersebut.
Departemen Efisiensi otoritas (DOGE), yang tersebut dipimpin oleh Elon Musk, yang digunakan ditugaskan untuk mengempiskan pemborosan, mengklaim sudah mencapai penghematan sebesar USD115 miliar secara nasional. Namun, menurut Moody’s, penghematan ini relatif kecil dibandingkan dengan pengeluaran wajib.
Lembaga ini memproyeksikan, tanpa intervensi kebijakan yang dimaksud efektif, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto Amerika dapat meningkat dari 124% pada waktu ini menjadi sekitar 130% pada 2035, dengan pembayaran bunga yang dimaksud menghabiskan sekitar 30% pendapatan federal.






