Prestasi 2024 Positif, PGN Cetak Laba Bersih Rp5,4 Trilyun

JAKARTA – PT Organisasi Gas Negara Tbk ( PGN ) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang tersebut diatribusikan ke entitas induk sebesar USD339,4 jt atau sekitar Rp5,4 triliun (kurs Rp16.000 per USD). PGN juga terus menguatkan operasional dengan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi guna menegaskan keandalan pasokan energi nasional.
Secara keseluruhan, PGN membukukan pendapatan sebesar USD3,8 miliar pada 2024, didukung oleh peningkatan perusahaan LNG trading internasional dan juga peningkatan pendapatan dari transmisi gas juga regasifikasi. Trading LNG internasional merupakan kegiatan bisnis yang mana baru berjalan tahun ini dengan jumlah 60 BBTUD ke market China, sehingga berkontribusi juga menghadapi kenaikan pendapatan terhadap tahun lalu. Dengan peningkatan sumbangan segmen usaha lalu optimalisasi keuangan, laba operasi perusahaan mencapai USD522,7 juta, dengan laba bersih tahun berjalan sebesar USD339,4 juta.
PGN juga sukses menerapkan optimalisasi keuangan melalui efisiensi biaya lalu pengelolaan kas yang mana tambahan disiplin. Pada 2024, PGN mencatatkan kenaikan arus kas operasi sebesar 9%, didorong oleh strategi optimalisasi pendapatan juga inisiatif efisiensi. Beban keuangan berhasil ditekan hingga 23% melalui strategi pembiayaan yang tersebut tambahan efisien, seperti mengoptimalkan dana internal serta pelunasan obligasi. Langkah ini turut berkontribusi pada penurunan liabilitas jangka pendek sebesar Simbol Dolar 327,9 jt atau turun 22%.
“Dengan strategi ekspansi perusahaan PGN Grup yang digunakan terarah dan juga efisiensi juga optimasi dana, PGN optimis dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan juga memberikan kegunaan bagi pelanggan lalu pemangku kepentingan,” ungkap Direktur Utama PGN Arief S Handoko, melalui keterangan pers, Kamis (27/3/2025).
Dia menambahkan, PGN juga terus menguatkan operasional dengan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi guna menegaskan keandalan pasokan energi nasional. Strategi ini tak hanya saja meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat keberlanjutan perusahaan dan juga peningkatan keuangan yang dimaksud positif dalam berada dalam dinamika lapangan usaha energi.
Salah satu langkah utama PGN di menguatkan operasional adalah optimalisasi Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung untuk berbagai sektor, termasuk bidang kemudian pembangkit listrik. Pada 2024, kontrak Terminal Usage Agreement (TUA) meningkat 33% dari 54 BBTUD pada 2023 menjadi 72 BBTUD, yang digunakan berdampak pada keandalan pasokan gas untuk pembangkit listrik.
Di sektor transmisi, besar gas yang tersebut disalurkan mencapai 1.543 MMSCFD. Perbaikan ini didorong oleh kenaikan besar gas yang dimaksud disalurkan lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui pipa Gresik-Semarang sebesar 48%, dari 88 MMSCFD pada 2023 menjadi 130 MMSCFD pada 2024. Selain itu, pipa transmisi Senipah-Balikpapan mulai beroperasi dengan ukuran 30 MMSCFD, sementara besar penyaluran gas untuk pelanggan domestik melalui pipa Grissik-Duri juga Grissik-Batam meningkat sebesar 29 MMSCFD dan juga mulai beroperasinya sarana jasa Mercury Removal Unit (MRU). Sementara itu, pencapaian besar niaga gas di dalam tahun 2024 sebesar 852 BBTUD.
Arief menegaskan, pemanfaatan infrastruktur yang digunakan optimal menjadi kunci utama di menyokong peningkatan usaha serta keuangan perusahaan. “Kami memahami bahwa infrastruktur gas bumi adalah tulang punggung ketahanan energi nasional. Oleh akibat itu, pengembangan dan juga utilisasi infrastruktur gas bumi akan terus menjadi prioritas kami,” tandasnya.






